Letusan Gunung Anak Krakatau Capai 376 Kali

8 Juni 2009 pukul 02:38 | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentar

2084010843_6164773aec anak krakatau 2

Letusan Gunung Anak Krakatau Capai 376 Kali
Antara – Senin, Juni 8

Serang (ANTARA) – Letusan Gunung Anak Krakatau, di perairan Selat Sunda, hingga saat ini mencapaiai 376 kali dan status masih “siaga” atau level III, sehingga berbahaya jika mendekati kawasan gunung tersebut.
“Selain letusan juga kegempaan vulkanik sebanyak 51 kali, tremor 144 kali dan embusan mencapai 142 kali,” kata Kepala Pemantauan Pos Gunung Anak Krakatau di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Anton Prambudi, Minggu.

Anton mengatakan, selama empat hari terakhir ini aktivtitas kegempaan Gunung Anak Krakatau terdiri atas letusan, tremor, dan embusan mengalami peningkatan.

Selain itu, kondisi Anak Krakatau hingga saat ini masih tertutup kabut tebal.

Meningkatnya frekuensi letusan Gunung Anak Krakatau karena setiap tiga sampai 10 menit terjadi kegempaan.

Aktivitas kegempaan tersebut yang menyebabkan meningkatnya frekuensi letusan Gunung Anak Krakatau, hingga terjadi bunyi suara dentuman sebanyak dua kali.

“Bunyi dentuman itu terdengar hingga ke pesisir pantai Banten sepanjang 42 kilometer,” katanya.

Menurut dia, sejak 6 Mei 2009 status Gunung Anak Krakatau dinaikkan menjadi siaga atau level III dari status waspada atau level II, menyusul meningkatnya aktiviats kegempaan vulkanik, letusan, tremor dan embusan.

“Selama status siaga tentu pengunjung dan nelayan tidak diperbolehkan mendekati kawasan letusan karena berbahaya terkena lontaran bebatuan,” ujarnya.

Dia menyebutkan, hingga saat ini Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Departemen Sumber Energi dan Mineral, Bandung hanya memberikan rekomendasi dua kilo meter dari titik letusan.

“Saya khawatir jika terkena lontaran bebatuan kerikil atau batu yang dimuntahkan dari perut gunung, dipastikan akan tewas jika mengenai tubuh karena panasnya antara 600-1.000 derajat Celsius,” katanya.

Dia menambahkan, mskipun Anak Krakatau status siaga, namun tidak menimbulkan gelombang tsunami atau letusan dahsyat seperti tahun 1883 yang menewaskan 36.000 orang warga pesisir Provinsi Banten dan Lampung.

“Kami meminta warga pesisir Pantai Banten bagian barat tetap tenang karena Anak Krakatau tidak menimbulkan letusan dahsyat seperti tahun 1883 lalu,” ujarnya

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: